Resensi Buku : Bagaimana cara membaca neraca?

Resensi Buku

Intan Shafa Fajariyah

17812141036

Akuntansi (S1)/Fakultas Ekonomi

I. Identitas buku

 

Judul       : Bagaimanakah membaca neraca?

; dengan nama asli Wie Liest Man Eine Bilanz?

Pengarang   : Prof. Julius Chenaux-Repond

; diterjemahkan oleh R. Soemita dan M. Karnawidjaja

Penerbit     : Sumur Bandung

; terbitan asli oleh Muth’sche Verlagsbuchhandlung Stuttgart

Tahun terbit  : 1966

Tebal buku   : 47 halaman

II. Sinopsis

Perusahaan diharuskan pada setiap tahun, dalam enam bulan yang pertama, menuliskan semua harta milik yang ada dalam perusahaannya (barang-barang tak bergerak, perkakas perusahaan, barang-barang persediaan, uang tunai, piutang) dan semua hutang yang menjadi tanggungannya (kredit, wesel, hutang bank, hipotik). Penyusunan angka-angka ini disebut inventarisasi dan dikerjakan dalam suatu buku yang disebut buku inventaris. Lalu, angka-angka tersebut disusun dibagian kiri untuk debet (harta-milik) dan pada sebelah kanan untuk kredit (hutang). Maka, penyusunan ini disebut Neraca dalam bentuk skontro.

Atau, untuk lebih singkatnya, neraca adalah suatu penyusunan angka-angka yang dapat menunjukkan kepada kita, berapa jumlah modal yang dipunyai oleh suatu perusahaan dan terdiri dari bagian modal tadi.

Jika kita ingin menyusun suatu neraca, sebaiknya kita ketahui dulu harga-harga yang patut kita tetapkan atas barang-barang yang ada. Harga ini tidak boleh ditetapkan secara sembarangan dan harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Yaitu syarat menurut “kesopanan perdagangan”.

Jika kita membaca neraca dari kiri kekanan, itu adalah suatu kesalahan. Karna, membaca neraca yangg benar adalah dari kanan kekiri. Bagian kanan dari neraca terdir dari:

  • Modal Sero

Besarnya modal sero dicatat dalam anggaran dasar setelah perusahaan didirikan. Surat saham sebagian kita simpan (saham dalam portepel). Walaupun tidak semua surat saham dikeluarkan, seluruh modal sero harus dicantumkan di kolom bagian kanan (passiva). Namun, untuk saham dalam portepel dicantumkan di kolom bagian kiri (aktiva).

Jika ada investor yang ingin menanamkan modalnya didalam suatu perusahaan, maka ia dapat membeli saham menurut kehendaknya. Ini berati, ia turut serta menanggung atas untung-ruginya perusahaan yang ia tanami modalnya.

  • Cadangan

Cadangan adalah suatu bagian dari kekayaan kita sendiri. Dalam Perseroan Terbatas, kita mengenal dua macam cadangan, yaitu:

– Cadangan menurut anggaran dasar (statutaire reserves)

– Cadangan bebas (vrije reserves)

3). Penyusutan

Bagian aktif dari neraca meliputi harta tetap, harta berubah, persediaan barang dagang, piutang, harta tunai, lain-lain. Selanjutnya, dapat kita tentukan laba atas perusahaan. Lalu, meneliti neraca dan perkiraan rugi-laba. Apakah perusahaan mempunyai kekuatan untuk membayar hutang-hutangnya? Apakah perusahaan tersebut maju dan menguntungkan?

III. Kelebihan buku

Buku yang berjudul “bagaimana cara membaca neraca?” memiliki beberapa kelebihan, yakni : buku ini membahas materi tentang cara membaca neraca dengan jelas. Saat ingin memberikan pengertian atau definisi akan suatu hal, penulis memberikannya lewat sebuah contoh agar mudah dipahami oleh pembaca. Contoh-contohnya juga disertai penggambaran atau wujud neraca sesuai contoh yang dijelaskan agar para pembaca mudah mengerti tentang materi yang disampaikan. Ukuran bukunya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, jadi mudah dibawa.

Walaupun banyak istilah dalam bahasa Belanda, namun penerjemah juga sudah memberikan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

IV. Kekurangan buku

Buku ini memiliki beberapa kekurangan, yakni : karna tahun terbitnya tahun 1966, maka kertas yang digunakan sudah mulai berubah warna menjadi warna coklat, untuk ukuran tulisan mungkin terlalu kecil bagi yang memiliki gangguan penglihatan. Penggunaan bahasanya pun juga masih menganut sistem ejaan lama. Jadi, mungkin ada beberapa pembaca yang kesulitan sewaktu membaca buku ini.

Keywords : akuntansi, neraca, aktiva, passiva

UNY